Pendidikan Politik

205px;font-size:14px;vertical-align: top;border:none;bachround : transparent; form#a-searchform #abutton(margin:0;padding:0;height:30px;width:30px;vertical-align:top;border:none;background:transparent;)

Rabu, 25 Januari 2017

SISTEM POLITIK DAN STRUKTUR POLITIK

Dalam perspektif sistem, sistem politik adalah sub sistem dari sistem sosial.
Perspektif atau pendekatan sistem melihat keseluruhan interaksi yang ada dalam suatu sistem yakni suatu unit yang relatif terpisah dari lingkungannya dan memiliki hubungan yang relatif tetap diantara elemen-elemen pembentuknya.

Kehidupan politik dari perspektif sistem bisa dilihat dari berbagai sudut, misalnya dengan menekankan pada kelembagaan yang ada kita bisa melihat pada struktur hubungan antara berbagai lembaga atau institusi pembentuk sistem politik. Hubungan antara berbagai lembaga negara sebagai pusat kekuatan politik misalnya merupakan satu aspek, sedangkan peranan partai politik dan kelompok-kelompok penekan merupakan bagian lain dari suatu sistem politik.

Dengan merubah sudut pandang maka sistem politik bisa dilihat sebagai kebudayaan politik, lembaga-lembaga politik, dan perilaku politik. Model sistem politik yang paling sederhana akan menguraikan masukan (input) ke dalam sistem politik, yang mengubah melalui proses politik menjadi keluaran (output).

Dalam model ini masukan biasanya dikaitkan dengan dukungan maupun tuntutan yang harus diolah oleh sistem politik lewat berbagai keputusan dan pelayanan publik yang diberian oleh pemerintahan untuk bisa menghasilkan kesejahteraan bagi rakyat.
Namun dengan mengingat Machiavelli maka tidak jarang efektifitas sistem politik diukur dari kemampuannya untuk mempertahankan diri dari tekanan untuk berubah.
Pandangan ini tidak membedakan antara sistem politik yang demokratis dan sistem politik yang otoriter.

SISTEM POLITIK DI BERBAGAI NEGARA

ü  Sistem Politik Di Negara Komunis :
Ciri ciri sistem politik di negara Komunis :
ü  pemerintahan yang sentralistik,
ü  peniadaan hak milk pribadi,
ü  peniadaan hak-haak sipil dan politik,
ü  tidak adanya mekanisme pemilu yang terbuka,
ü  tidak adanya oposisi, serta terdapat pembatasan terhadap arus informasi dan kebebasan berpendapat




ü  Sistem Politik Di Negara Liberal :
Ciri ciri sistem politik di negara Liberal :
ü  adanya kebebasan berpikir bagi tiap individu atau kelompok;
ü  pembatasan kekuasaan;
ü  khususnya dari pemerintah dan agama;
ü  penegakan hukum;
ü  pertukaran gagasan yang bebas;
ü  sistem pemerintahan yang transparan yang didalamnya terdapat jaminan hak-hak kaum minoritas.

ü  Sistem Politik Demokrasi Di Indonesia :
Sistem politik yang didasarkan pada nilai, prinsip, prosedur, dan kelembagaan yang demokratis.
Adapun sendi-sendi pokok dari sistem politik demokrasi di Indonesia adalah :
ü  Ide kedaulatan rakyat
ü  Negara berdasarkan atas hukum
ü   Bentuk Republik
ü  Pemerintahan berdasarkan konstitusi
ü  Pemerintahan yang bertanggung jawab
ü  Sistem Perwakilan
ü  Sistem peemrintahan presidensiil

Peran serta masyarakat dalam politik adalah terciptanya masyarakat politik yang “Kritis Partisipatif” dengan ciri-ciri :
ü  Meningkatnya respon masyarakat terhadap kebijakan pemerintah
ü  Adanya partisipasi rakyat dalam mendukung atau menolak suatu kebijakan politik
ü  Meningkatnya partisipasi rakyat dalam berbagai kehiatan organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan kelompok-kelompok penekan
Mengutip pendapat Prof. Soemantri, bahwa sistem politik adalah kelembagaan dari hubungan antar manusia yang berupa hubungan antara suprastruktur dan infrastruktur politik. Dengan kata lain, sistem politik tersebut menggambarkan hubungan antara dua lembaga yag ada didalam negara, yaitu lembaga suprastruktur dan lembaga infrastruktur.
§    Supra struktur politik sering disebut sebagai bangunan atas politik atau mesin politik resmi atau lembaga- lembaga pembuat keputusan politik yang sah, lembaga-lembaga tersebut bertugas mengkonversi inputs yang terdiri dari tuntutan, dukungan, dan sikap masa bodoh menjadi output yang berupa ganjaran, deprivasi dan kebijakan-kebijakan. Lembaga-lembaga tersebut dapat diberi nama yang berbeda-beda Montesquieu memberi nama lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif, dan kalau di Indonesia ditanbah dengan Insfektif. Sedangkan menurut teori dikhotomi dikenal sebagai lembaga pembuat keputusan dan pembuat pelaksana keputusan.
§  Infrastruktur politik sering disebut sebagai bangun bawah politik atau mesin politik informal atau atau mesin politik masyarakat yang terdiri berbagai kelompok yang dibentuk atas dasar kesamaan sosial, ekonomi, kesamaan tujuan, serta kesamaan-kesamaan lainnya. Pengelompokan infrastruktur politik yang palig nyata dalam kehidupan modern, misalnya :
ü  Partai Politik, merupakan suatu kelompok terorganisir yang anggota-anggotanya memiliki nilai, orientasi, dan cita-cita yang sama, dengan tujuan mendapatkan kekuasaan politik dengan cara yang konstitusional, seperti melalui pemilihan umum.
ü  Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), yang dibentuk dengan tujuan-tujuan dalam bidang sosial, dan budaya, organisasi ini tidak melibatkan diri untuk ikut serta dalam pemilihan umum.
ü  Kelompok Kepentingan (Interest Group), merupakan kelompok yang berusha mempengaruhi kebijakan pemerintah tanpa berkehendak memperoleh jabatan publik. Kelompok kepentangan tidak berusaha menguasai pengelolaan pemerintahan secara langsung, kelompo ini tidak ikut dalam pemilihan umum.
ü  Kelompok Penekan( Pressure Group) ,merupakan kelompok yang dapat mempengaruhi atau bahkan membentuk kebijaksanaan pemerintah melalui cara persuasi, propaganda, atau cara-cara lain yang dipandang lebih efektif. Mereka antara lain, industriawan, dan asosiasi lainya.
ü  Kelompok Tokoh Masyarakat (Opinian Leaders), merupakan kelompok dari tokoh-tokoh masyarakat, baik tokoh-tokoh agama, masyarakat adat, dan budaya.
ü  Media Massa (Pers), yaitu media massa dalam arti sempit, yang meliputi surat kabar, koran, majalah, tabloit, dan buletin-buletin pada kantor, maupun media massa dalam arti luas, yang meliputi media cetak, audio, audio visual, dn media elektronik.

Kelompok infrastruktur politik tersebut sangat penting artinya dalam sisterm politik karena secara nyata merekalah yang menggerakkan sistem politik, memberikan input, terlibat dalam proses politik, memberikan pendidikan politik, mengartikulasikan kepentingan politik, melakukan sosialisasi politik, melakuakan seleksi kepemimpinan politik, dan menyelesaikan sengketa politik yang terjadi diantara berbagai fihak didalam dan diluar serta mempunyai daya ikat baik secara ke dalam maupun ke luar.

SUPRASTRUKTUR DAN INFRA STRUKTUR
POLITIK DI INDONESIA
Lembaga Suprastruktur politik di indonesia adalah lembaga-lambaga yang ada pada kehidupan politik pemerintah atau negara idonesia sebagaimana terdapat dalam UUD 1945,yang meliputi :
ü  Majelis Permusyawaratan Rakyat
ü  Dewan Perwakilan Rakyat
ü  Presiden
ü  Makamah Agung
ü  Mahkamah Konstitusi
ü  Komisi Yudisial
ü  Badan Peneriksa Keuangan
ü  Lembaga lain peyelenggaraan pemerintahan seperti MENTERI, JAKSA, POLISI, TNI
ü  Lembaga-lembaga sistem ketatanegaraan menurut UUD negara kesatuan republik Indonesia tahun 1945
               

Lembaga infrastruktur politik adalah lebaga yang ada pada kehidupan politik masyarakat indonesia. Lembaga-lembaga ini adalah sebagai berikut :
1.      Partai politik
2.      Organisasi kemasyarakatan
3.      Kelompok kepentingan
4.      Kelompok tokoh mayarakat
5.      Kelompok penekan
6.      Media pers





PEMBAGIAN SISTEM POLITIK
ü  Sistem Politik Otoriter
Sistem Politik Otoriter adalah sistem politik yang ditaktor dipimpin dan diputuskan oleh satu orang. Sistem Politik otoriter melahirkan paham komunisme.
Nilai-nilai yang terkandung dalam komunis :
1.      Monisme (menolak adanya golongan / keaneragaman masyarakat)
2.      Kekerasan merupakan alat yang sah.
3.      Negara merupakan alat tercapainya Komunisme.

ü  Sistem Politik Liberal
Liberialisme adalah sesuatu yang total dalam masyarakat, bukan siapa kuat yang menang, Nilai-nilai yang melandasi Liberialisme (menurut Henry B Mayo) :
1.      Menyelesaikan masalah secara damai dan melembaga
2.      Menjamin terselenggaranya perubahan masyarakat secara damai
3.      Menyelenggarakan pimpinan secara teratur
4.      Membatasi penggunaan kekerasan seminimal mungkin
5.      Mengakui dan menganggap wajar adanya keaneragaman
6.      Menjamin tetap tegaknya keadilan

ü  Sistem Politik Demokrasi Pancasila
Prinsip-prinsip Sistem Politik Demokrasi Pancasila:
1.      Bukan diambil dari bangsa lain, karena dari bangsa lain tidak cocok.
2.      Tidak ada mayoritas dan minoritas.
3.      Didasarkan pada sila ke-4
4.      Keputusan diambil dengan asas musyawarah.
5.      Mengharagai pendapat orang lain.
6.      Menghormati perbedaan pendapat.
Asas-asas Sistem Politik Demokrasi Pancasila :
1.      Persamaan
2.      Keseimbangan hak dan kewajiban
3.      Kebebasan yang bertanggung jawab
4.      Musyawarah mufakat
5.      Keadilan sosial
6.      Persatuan nasional
7.      Kekeluargaan
8.      Cita-cita Nasional 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar